Bank Syariah belum bisa bikin sejahtera
Yuslam Fauzi (Dirut Bank Syariah Mandiri) pernah memaparkan bahwa ada 111 ayat Quran yg secara eksplisit membahas tentang kesejahteraan umat, zakat, dho’if, kaum lemah, kemiskinan; 7 ayat tentang riba; 2 ayat tentang maysir, 1 hadits tentang gharar.
Riba, gharar, maysir inilah yang menurut saya biasa dijadikan sebagai isu sentral bagi penggiat/praktisi bank syariah. Namun, tak jarang saya temui bahwa isu kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat jelata, kemiskinan, pro umat yang lemah justru merupakan isu sentral bagi mereka non penggiat/praktisi bank syariah.
Sebagai entitas bisnis, bank syariah memang HARUS bisa dapet profit untuk menyejahterakan karyawannya. Bagi para praktisi bank syariah, inilah salah satu alasan mereka berjuang. Tentu itu bisa dimaklumi sebelum bank syariah menyejahterakan masyarakat.
Ada hal menarik yang teramati yaitu dalam hal pembukaan jaringan bank syariah (terutama yang berkantor pusat di Jakarta) adalah selanjutnya mereka akan membuat counter masih di seputaran Jakarta, dan atau di kota-kota besar Ibu Kota Propinsi, atau di perkotaan yang sudah maju. Dan biasanya alasan pembukaan cabang didasarkan pada ADA TIDAKNYA MARKET (yang berduit).
Sampai saat ini belum ada bank syariah yang berani menjadikan KEBUTUHAN umat jelata sebagai prioritas UTAMA. Karena alasan SDM, IT, atau keterbatasan ini itu?
About this entry
You’re currently reading “Bank Syariah belum bisa bikin sejahtera,” an entry on bener nih, bank Islam?
- Published:
- June 14, 2009 / 4:34 pm
- Category:
- Pojok Kang iFh
- Tags:
No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]